Fifties

Fifties

Friday, June 13, 2014

Kisahku Pada Kawan Tentang Dia (Bagian 2)





"Dia? itu dia?" tanya kawan padaku. Aku tersenyum, namun wajahku memuram melihat kawan tampak tertegun memandangiku.
"Kenapa?" tanyaku padanya
"Apa yang kau sukai dari dia? Secara fisik dia lumayan, namun dia hahaha.. kau tahu lah tidak usah dibicarakan.. dia ber ego besar, dan suka menuntut, tidak fleksibel, tidak santai dan banyak tidaknya.."
Aku tertawa sambil menyendokkan ice cream ke mulutku.
"Kau boleh tertawa padaku, awalnya memang yang menarik adalah penampilannya, namun lama-lama hal itu memuakkan.... namun makin lama aku mengenal orangnya, segala ke tidak sempurnaan pada dirinyalah yang sangat menarik bagiku. Memang hal-hal itu kadang menyebalkan namun aku diajarkan dari hal itu. Diajarkan untuk mengerti dan sabar."
"Apa yang menarik dari ketidak sempurnaannya?"
"mm... susah dikatakan... hal itu membuatnya unik."
Kawan mengangkat bahu dan bertanya "Kau tidak kasihan dengannya kan?"
"Aku pernah bertanya itu juga pada diriku mengenai hal itu, namun aku tahu jawabannya tidak. karena ketidak sempurnaanyya bukan hal yang patut dikasihani."
"Oke... baiklah. Sekarang aku bertanya padamu lagi seperti dulu kutanyakan padamu." Kawan menarik wajahku untuk menghadapinya. "Kau MENYUKAINYA?"
Aku tersenyum, "Aku menyayanginya dalam segala kekurangannya dan kelebihannya. Bila itu dikategorikan suka, ya mungkin suka."
"Kemudian apa yang akan kau lakukan dengan itu?" tanya kawan sambil menarikku berjalan pergi dari warung ice cream. Aku terdiam membisu..
"Aku belum tahu..... aku tidak tahu.. yang aku tahu hanya aku menyayanginya..."
Kawan menepuk pundakku dan tersenyum bijak, "Bila kau menyayanginya, sayangilah dia dan jangan sia-siakan dia..."

Kamipun tertawa dan berlari melanjutkan hidup..... hidupku yang berisikian aku, kawan dan dia...

*Ini hanya kisah belaka, namun bila anda mengira ini nyata, maka hanya saya dan hati saya juga Tuhan yang tahu :)*

1 comment:

  1. masa-masa dimana hati tak bertuan dan jiwa bisa terbang bebas laksana elang harus dimaknai secara bijak dan indah..satu langkah saja kita salah..akan menentukan langkah yang salah selanjutnya dan membutuhkan harga yang tinggi untuk menebusnya...be wise to your life..always prays...

    ReplyDelete